
Purworejo – Upaya Pemkab Purworejo mendorong daya saing UMKM membuahkan hasil. Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (Dinkukmp) Kabupaten Purworejo mencatat, sebanyak 2.575 produk UMKM telah mengantongi sertifikasi halal melalui fasilitasi _self declare_ hingga 13 April 2026.
Sekertaris Dinas Perdagangan Dinkukmp Purworejo Nurhadi Trionggo saat ditemui awak media Rabu (29/4/2026), mengungkapkan bahwa percepatan sertifikasi halal menjadi prioritas agar produk lokal memenuhi standar legalitas dan lebih kompetitif, baik di pasar dalam negeri maupun ekspor.
“Dengan sertifikat halal, produk UMKM punya nilai tambah. Konsumen lebih percaya, pasarnya juga lebih luas,” ujarnya.
Tak hanya soal legalitas, Dinkukmp juga berhasil mendongkrak penjualan pelaku usaha. Gelaran Ekspo UMKM beberapa waktu lalu mencatatkan total omzet Rp2,1 miliar. Agenda _business matching_ dalam ekspo tersebut difokuskan pada tiga sektor potensial: makanan, olahan pangan, dan kerajinan.
Terobosan lain terlihat dari perluasan jaringan pemasaran. Saat ini 60 produk UMKM Purworejo telah masuk ke hotel berbintang di DIY, seperti Novotel, Ibis, Morazan, dan Swiss-Belhotel. Kolaborasi ini membuka akses pasar premium yang berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal.
Untuk memastikan UMKM terus bertumbuh, Dinkukmp mengoptimalkan peran PLUT KUMKM. Layanan yang diberikan kini mencapai 10 jenis pendampingan, mencakup konsultasi bisnis, peningkatan kapasitas SDM, akses pembiayaan, hingga transformasi pemasaran digital.
“Sinergi antara legalitas, akses pasar, dan pendampingan membuat UMKM Purworejo makin siap naik kelas dan bersaing di kancah nasional hingga global,” tegas Sekdin Perdagangan Dinkukmp Purworejo. Sekdin Perdagangan Dinkukmp juga mengungkapkan bahwa Hotel Novotel Yogyakarta menggandeng UMKM Purworejo melalui Koperasi UMKM Gapuro ,telah pesan 28 ribu Box snack untuk memenuhi Embargasi Haji.
Mustakim
www.radar007.com






