Alang Bombon Diduga Jadi “Panggung Transfer Bandar”, Warga Sindir: Ganti Pemain Lebih Cepat dari Pembangunan Desa

Foto: Ilustrasi

banner 120x600
Asahan, Radar007.com

Keresahan warga Desa Alang Bombon, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, kini mencapai titik yang memprihatinkan. Dugaan maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut bukan lagi dibicarakan secara sembunyi-sembunyi, melainkan telah menjadi topik utama di warung kopi, pos ronda, hingga percakapan sehari-hari masyarakat.

Ironisnya, warga kini mulai menertawakan situasi yang mereka anggap semakin terang-terangan. Bukan karena masalahnya ringan, tetapi karena dugaan “pergantian penguasa wilayah edar” narkoba disebut berlangsung layaknya bursa transfer pemain sepak bola.

Nama “JY” kini santer disebut warga sebagai sosok yang diduga mengambil alih jalur peredaran narkoba di kawasan Alang Bombon. Sementara nama “TT”, yang sebelumnya disebut-sebut mengendalikan wilayah Aek Loba Pekan, dikabarkan mulai bergeser ke daerah perbatasan Aek Songsongan–Bandar Pulau.

“Kalau dulu orang cari TT, sekarang katanya cari JY saja. Cepat kali gantinya,” celetuk seorang warga sambil tertawa pahit di sebuah warung kopi.

Candaan warga terdengar lucu, namun sesungguhnya menyimpan keresahan mendalam. Masyarakat menilai isu dugaan peredaran narkoba di wilayah mereka sudah terlalu lama menjadi rahasia umum tanpa tindakan besar yang benar-benar memberi efek jera.

“Herannya, warga saja sudah hafal siapa yang disebut-sebut. Tapi sampai sekarang masih terus berjalan seperti biasa,” ujar seorang ibu rumah tangga dengan nada menyindir.

Warga bahkan menilai informasi soal “pergeseran bandar” lebih cepat menyebar dibanding kabar pembangunan desa atau bantuan sosial.

“Entah siapa humasnya, tapi kabar pindah lapak bandar ini lebih cepat tersebar daripada info bansos,” ujar warga lainnya yang langsung disambut gelak tawa pengunjung warung.

Di tengah situasi tersebut, sebagian masyarakat mulai menyebut Alang Bombon seperti “terminal transit” para pemain lama dan pemain baru dalam bisnis haram narkotika.

“Kalau begini terus, jangan-jangan nanti ada tabel klasemen bandar pula,” sindir seorang pemuda.

Meski dibalut humor dan satire, warga mengaku sangat khawatir terhadap masa depan generasi muda di Kecamatan Aek Kuasan. Mereka berharap aparat penegak hukum tidak menutup mata terhadap keresahan yang terus berkembang di tengah masyarakat.

Menurut warga, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dikhawatirkan akan membuat lingkungan mereka semakin rusak dan narkoba semakin dianggap sebagai hal biasa.

“Jangan sampai kampung kami dikenal karena perebutan wilayah narkoba. Kami ingin lingkungan ini aman untuk anak-anak,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba maupun nama-nama yang ramai diperbincangkan masyarakat tersebut.

 

Laporan: Mjs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *