BUNGKULAN MEMBARA! Bukan Sekadar Aksi, “Plogging Shore 2026” Ubah Wajah Pesisir Jadi Lebih Bersih dan Berdaya

banner 120x600

Buleleng, Radar007.com – Jumat pagi, 10 April 2026, suasana Kampus 1 STIKES Buleleng mendadak berbeda. Sejak pukul 07.00 WITA, energi positif membuncah di halaman Lab OSCE. Ratusan peserta berkumpul, bukan untuk demonstrasi, melainkan untuk sebuah gerakan nyata yang mengguncang kesadaran lingkungan: Plogging Shore 2026.

Ini bukan sekadar jalan santai. Ini adalah gerakan kolektif yang memadukan olahraga dengan aksi peduli lingkungan—berlari sambil memungut sampah. Sebuah inisiatif visioner yang digagas oleh Program Kelas Industri HITS (Hospitality Integrated Triangle System), membuktikan bahwa dunia hospitality tidak hanya soal pelayanan, tetapi juga tentang menjaga bumi.

Di balik kesuksesan acara ini, berdiri tiga sosok inspiratif yang menjadi motor penggerak intelektual: Gede Eka Kusuma Abdi, I Gusti Bagus Sumarta, dan I Kadek Wihendradinata. Ketiganya menghadirkan konsep yang tidak hanya edukatif, tetapi juga berdampak langsung bagi lingkungan.

Kolaborasi Solid, Energi Tanpa Batas

Plogging Shore 2026 bukan kegiatan biasa. Ini adalah bukti nyata kekuatan kolaborasi lintas sektor:

Dukungan Institusi: STIKES Buleleng tampil total sebagai fasilitator utama. Bahkan, Ketua Yayasan Gede Ivan Kresnayana dan Made Yos Kresnayana turun langsung ke lapangan, memberi contoh nyata kepedulian.

Kekuatan Komunitas: Perbekel Desa Bungkulan, Bhabinkamtibmas, hingga akademisi dari Universitas Panji Sakti turut ambil bagian, menyatu dalam semangat gotong royong.

Pahlawan Lokal: Partisipasi Edie Arta Cafe & Resto dan Edie Arta Motor, serta semangat luar biasa dari siswa SMP Negeri 2 Sawan dan warga lokal, menjadi bahan bakar utama kesuksesan acara ini.

“Sweat, Green, and Action!” – Ketika Aksi Bicara

Acara dipandu penuh semangat oleh MC Putu Eka Widiya Indri Sari, yang sukses membakar antusiasme peserta. Sambutan inspiratif dari Ketua Panitia, Luh De Arika Selviana, menjadi pemantik semangat sebelum bendera start dikibarkan.

Begitu dimulai, ratusan “ploggers” bergerak cepat. Rute yang dilalui bukan hanya menantang, tetapi juga sarat makna—dimulai dari Lab OSCE, menyusuri jalan desa, hingga mencapai pesisir Pantai Bungkulan. Sepanjang perjalanan, setiap peserta menjadi “pasukan hijau” yang tanpa kompromi memungut sampah. Tidak ada ruang bagi limbah untuk tersisa.

Tepat pukul 10.00 WITA, seluruh peserta kembali ke titik awal dengan peluh yang berubah menjadi kebanggaan. Kantong-kantong sampah yang terkumpul menjadi simbol kemenangan kecil yang berdampak besar.

Lebih dari Sekadar Aksi, Ini Gerakan Perubahan

Plogging Shore 2026 bukan hanya tentang membersihkan sampah. Ini adalah tentang menanamkan kesadaran, membangun kepedulian, dan menyalakan harapan. Harapan bahwa Desa Bungkulan dapat terus terjaga keasrian dan kebersihannya, menjadi contoh nyata bagi daerah lain.

Gerakan ini telah membuktikan satu hal: perubahan tidak selalu harus besar untuk berdampak—cukup dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. (Red/Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *