Dugaan Skandal Besar Di Rohil: Bandar Judi Gelper & Togel Diduga Dibekingi Oknum Aparat — Mabes TNI & Polri Diminta Turun Tangan!

banner 120x600

Rokan Hilir (Riau), Radar007.com – Praktik perjudian jenis Gelanggang Permainan (Gelper) dan togel tebak angka berhadiah uang tunai di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kian mengkhawatirkan. Aktivitas ilegal ini bukan hanya marak, tetapi diduga berlangsung terang-terangan tanpa tersentuh hukum.

Lebih mengejutkan, hasil penelusuran tim investigasi menyebut adanya dugaan kuat keterlibatan oknum aparat yang tidak hanya membekingi, namun juga disebut-sebut ikut bermain dalam lingkaran bisnis haram tersebut.

Perjudian Gelper dan togel dilaporkan tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Tanah Putih, Bagan Sinembah, Pujud, hingga Bangko. Aktivitas ini berjalan nyaris tanpa hambatan, bahkan di lokasi-lokasi yang tidak jauh dari kantor aparat penegak hukum.

Salah satu sumber di lapangan, berinisial ML, yang mengaku sebagai penjaga mesin Gelper di Jalan Lintas Tanjung Medan, Kecamatan Pujud, mengungkap fakta mencengangkan.

“Bandarnya oknum aparat, bang. Sampai sekarang tidak ada yang berani menutup. Omzet per hari paling sedikit Rp1 juta, kalau ramai bisa sampai Rp10 juta,” ujarnya, Jumat (03/04/2026).

Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan adanya “perlindungan” terhadap bisnis perjudian yang jelas melanggar hukum.

Tim media ini juga telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolres Rohil, AKBP. Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pujud, AKP. Boy Setiawan, S.A.P., M.Si., via WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada tanggapan yang diberikan. Sikap bungkam ini justru memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah lokasi perjudian bahkan beroperasi selama 24 jam penuh dan dilengkapi sistem pengawasan CCTV. Salah satunya berada di belakang sebuah usaha kuliner di wilayah Tanah Putih, yang lokasinya tidak jauh dari kantor Polres dan Polsek setempat.

Kondisi ini memunculkan persepsi kuat di masyarakat bahwa aparat penegak hukum terkesan melakukan pembiaran, bahkan diduga turut menikmati aliran dana dari para bandar.

Lebih jauh, hasil investigasi juga mengarah pada dugaan adanya praktik setoran yang mengalir ke oknum-oknum tertentu di lingkungan kepolisian. Meski dugaan ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas perjudian tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Masyarakat pun mulai kehilangan kepercayaan. Penegakan hukum dinilai tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

“Yang ditangkap hanya pemain kecil. Bandar besar tetap aman. Ini yang membuat masyarakat muak,” ungkap salah satu warga.

Upaya konfirmasi kepada sejumlah Kapolsek di wilayah Rohil—termasuk Kapolsek Tanah Putih, Pujud, Bagan Sinembah, dan Bangko—juga tidak membuahkan hasil. Tidak satu pun memberikan respons terhadap pertanyaan wartawan, memperkuat kesan adanya ketidaktransparanan.

Ketua LSM ABRI Riau, Antonio Hasibuan, angkat bicara dan memberikan peringatan keras kepada institusi TNI dan Polri.

“Jangan ada pembenaran bagi oknum aparat yang membekingi bandar judi, mafia tambang ilegal, maupun mafia BBM. Apalagi sampai merangkap sebagai pelaku. Ini sangat merusak institusi!” tegasnya.

Ia juga mendesak agar Mabes TNI dan Mabes Polri segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat di Rokan Hilir.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya hukum yang dipermainkan, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi negara akan semakin runtuh.

Redaksi menegaskan: praktik perjudian yang diduga dilindungi oknum aparat adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap hukum dan masyarakat. Aparat pusat harus segera bertindak sebelum situasi semakin memburuk. (Red/Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *