Gagasan Visioner Ibu Tutik Kusuma Wardhani: Magang Berkualitas, Pertanian Bangkit, Tenaga Kerja Nasional Harus Berdaulat

banner 120x600

Jakarta, Radar007.com — Pemikiran tajam, terukur, dan penuh visi kembali ditunjukkan oleh Anggota Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, dalam menyoroti arah kebijakan ketenagakerjaan nasional. Dalam penyampaiannya, ia tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga menghadirkan gagasan strategis yang dinilai mampu memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia ke depan.

Mengawali tanggapannya, ia memberikan penghargaan kepada Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia atas capaian program magang yang dinilai semakin progresif.

“Saya sangat mengapresiasi capaian program magang yang telah dilakukan. Ini langkah nyata dalam membuka akses pengalaman kerja bagi generasi muda kita,” ujar Tutik.

Namun demikian, ia menekankan bahwa kualitas program harus terus ditingkatkan, khususnya dalam hal pengakuan sertifikasi.

“Sertifikat magang harus dipastikan memiliki pengakuan, tidak hanya secara nasional tetapi juga internasional. Ini penting agar tenaga kerja kita benar-benar siap bersaing di tingkat global,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti efektivitas program magang dibandingkan job fair yang selama ini dinilai kurang optimal.

“Program magang jauh lebih efektif dibandingkan job fair. Kita harus jujur, banyak perusahaan dalam job fair belum benar-benar membuka lowongan kerja secara konkret,” ungkapnya dengan lugas.

Dalam perspektif yang lebih luas, Tutik memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian yang dinilai memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal. Ia mendorong agar pelatihan kerja tidak hanya berfokus pada sektor industri modern, tetapi juga memperkuat sektor pertanian melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kemenaker harus fokus juga pada pelatihan di sektor pertanian. Jangan sampai kita melupakan BLK pertanian. Ini sektor strategis yang bisa menyerap tenaga kerja sekaligus menjaga ketahanan pangan,” jelasnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk kembali melihat pertanian sebagai peluang masa depan, bukan sekadar pekerjaan tradisional.

“Kita harus mendorong anak-anak muda untuk kembali ke pertanian. Banyak potensi yang bisa dikembangkan, termasuk lahan tidur yang selama ini belum dimanfaatkan,” tambahnya.

Secara spesifik, ia mencontohkan potensi daerah seperti Bali yang memiliki kekuatan komoditas unggulan.

“Di Bali misalnya, ada potensi cokelat dan kopi di Kintamani. Ini harus dikembangkan melalui pelatihan yang sesuai dengan karakteristik daerah,” ujarnya.

Dalam hal kebijakan, Tutik juga menekankan pentingnya memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah daerah.

“Daerah harus diberikan ruang untuk menyusun pelatihan sesuai potensi masing-masing. Dengan begitu, program ketenagakerjaan akan lebih tepat sasaran dan efektif,” katanya.

Di sisi lain, ia turut menyoroti keberadaan tenaga kerja asing di Indonesia yang harus ditempatkan secara proporsional.

“Tenaga kerja asing itu seharusnya bersifat komplementer, bukan menggantikan tenaga kerja dalam negeri. Ini harus menjadi perhatian serius dan perlu solusi konkret dari pemerintah,” tegasnya.

Membangun Masa Depan Ketenagakerjaan yang Berdaya Saing dan Berakar pada Potensi Bangsa

Pandangan yang disampaikan oleh Tutik Kusuma Wardhani mencerminkan kepemimpinan yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dan inspiratif. Dengan menempatkan keseimbangan antara inovasi, potensi lokal, dan perlindungan tenaga kerja nasional, ia menghadirkan arah baru dalam pembangunan ketenagakerjaan Indonesia.

Gagasan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa masa depan tenaga kerja Indonesia harus dibangun dengan fondasi yang kuat: kompetensi yang diakui dunia, keberanian mengelola potensi daerah, serta komitmen menjaga kedaulatan tenaga kerja nasional di tengah arus globalisasi. (Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *