Kanit Reskrim Polsek Kualuh Leidong Bungkam, Bandar Sabu dan Maling Sawit Diduga Bebas Berkeliaran di Sialang Gatap

Foto: Ilustrasi

banner 120x600
Labura, Radar007.com 

Sikap tertutup yang ditunjukkan Kanit Reskrim Polsek Kualuh Leidong, Polres Labuhanbatu, Ipda Andi Pasaribu, menuai sorotan tajam dari kalangan awak media dan masyarakat.

Pasalnya, upaya konfirmasi terkait maraknya peredaran narkoba jenis sabu serta aksi pencurian hasil kebun warga di Desa Sialang Gatap, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), justru disambut dengan sikap bungkam tanpa penjelasan.

Sejak Rabu (13/5/2026), wartawan telah berulang kali menghubungi Kanit Reskrim melalui pesan WhatsApp guna mempertanyakan langkah aparat dalam memberantas peredaran narkoba yang semakin meresahkan warga. Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan yang telah terkirim dan terbaca itu tak kunjung mendapat balasan.

Sikap diam aparat penegak hukum tersebut dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik dan memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Di lapangan, keresahan warga semakin memuncak. Buah sawit milik masyarakat disebut kerap hilang dicuri. Warga menduga maraknya aksi pencurian tersebut berkaitan erat dengan bebasnya peredaran sabu di lingkungan mereka.

“Pencurian makin sering terjadi sejak narkoba marak di kampung ini,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Kualuh Hilir diduga dikendalikan oleh dua pria berinisial E dan S. Keduanya disebut-sebut menjalankan bisnis haram tersebut secara terang-terangan di Desa Sialang Gatap.

Aktivitas peredaran sabu itu kini menimbulkan dampak sosial yang serius dan membuat masyarakat hidup dalam rasa takut serta tidak nyaman.

Ironisnya, di tengah situasi yang semakin mengkhawatirkan, aparat penegak hukum yang diharapkan hadir memberikan kepastian justru memilih diam seribu bahasa.

Hingga berita ini sampai ke meja redaksi, Kanit Reskrim Polsek Kualuh Leidong belum memberikan klarifikasi ataupun tanggapan resmi terkait maraknya dugaan peredaran sabu dan keresahan masyarakat tersebut.

(Mjs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *