*Lestarikan Budaya, Pandeman Tosan Aji Purworejo Gelar Sarasehan di Teras Masjid Nurul Huda*

banner 120x600

Purworejo – Komunitas Pandeman Tosan Aji menggelar sarasehan di Teras Masjid Nurul Huda, Jalan Pramuka, Purworejo, Senin malam (27/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Sdr. Haryoto ini bertujuan mengajak masyarakat peduli terhadap pelestarian budaya leluhur.

Acara tersebut dihadiri Pengurus Paguyuban Pametri Wiji Yogyakarta, Sdr. Wahyu; Ketua Paseban Tosan Aji Purworejo, Wagino; beserta jajaran pengurus, tokoh masyarakat, dalang Ki Narko, serta sejumlah _gelondong_ atau pecinta tosan aji.

Saat diwawancarai awak media, Sdr. Haryoto mengatakan, kegiatan Pandeman Tosan Aji digelar agar budaya bangsa tidak musnah ditelan zaman.

“Di tangan para pandeman, bilah keris, tombak, dan pedang tua berubah menjadi pusaka yang bernyawa. Mereka adalah Pandeman Tosan Aji, para pencinta dan perawat ‘Besi Aji’ yang menjaga agar warisan leluhur tetap berdetak di era digital,” ujarnya.

Haryoto menjelaskan, istilah _pandeman_ berasal dari kata _pandai_ dan _eman_, yang berarti pandai merawat dan merasa sayang. Sementara _Tosan Aji_ bermakna besi yang dimuliakan.

“Jadi, Pandeman Tosan Aji adalah komunitas pecinta, kolektor, sekaligus penjaga nilai-nilai di balik warisan pusaka berbahan besi, seperti keris, tombak, pedang, kujang, hingga badik,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sebilah keris bukan sekadar senjata. “Ada _tangguh_ yang menandai era pembuatan, _pamor_ yang membentuk motif doa, dan _dhapur_ yang menyimpan filosofi hidup. Setiap lekuk wilah adalah ayat tanpa tulisan,” pungkas Haryoto.

Mustakim

 

www.radar007.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *