

φ*PURWOREJO* – Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) Korwil Kedu menggelar napak tilas spiritual dan historis menelusuri rute gerilya Pangeran Diponegoro saat menyingkir ke Bukit Menoreh hingga menuju wilayah Purworejo. Kegiatan dilaksanakan Minggu (4/5/2026) dengan titik kumpul di Kaligesing, Purworejo.
Ketua PWI LS Korwil Kedu,, menyampaikan napak tilas ini bertujuan menghidupkan kembali spirit perjuangan Pangeran Diponegoro sekaligus memperkuat nasionalisme dan persatuan umat. “Bukit Menoreh jadi saksi strategi gerilya Pangeran Diponegoro melawan kolonial. Dari sini beliau bergerak ke arah Bagelen, sekarang Purworejo, membangun basis perlawanan rakyat,” ujarnya.[Nama]
Rute napak tilas dimulai dari Desa Ngaran Kaligesing – titik yang diyakini sebagai jalur persinggahan laskar Diponegoro – menuju situs-situs bersejarah di lereng Menoreh. Peserta terdiri dari pengurus PWI LS se-Kedu, tokoh ulama, santri, dan pegiat sejarah lokal. Rangkaian acara diisi doa bersama, pembacaan manaqib, orasi kebangsaan, dan tabur bunga di petilasan.
“PWI LS bukan hanya organisasi, tapi gerakan kultural. Napak tilas ini pengingat bahwa kemerdekaan direbut dengan darah, doa, dan persatuan para kiai-santri,” tegas. Ia menambahkan, nilai kepahlawanan Diponegoro relevan hari ini: keberanian, keikhlasan, dan keberpihakan pada rakyat kecil.[Nama]
Kegiatan ditutup dengan ikrar “Laskar Sabilillah Kedu Siap Jaga NKRI” dan audiensi ke Forkopimcam Kaligesing. PWI LS Kedu berkomitmen menjadikan napak tilas sebagai agenda tahunan untuk edukasi sejarah ke generasi muda.
Napak Tilas:*
1. *Rute*: Kaligesing – lereng Menoreh – jalur lama menuju Bagelen/Purworejo.
2. *Tujuan*: Revitalisasi nilai perjuangan Diponegoro, perkuat ukhuwah & nasionalisme.
3. *Peserta*: 150 orang dari PWI LS, pesantren, dan komunitas sejarah Kedu.
4. *Pesan*: Jaga persatuan, lawan radikalisme, rawat warisan walisongo.
*Narahubung:*
[Nama Humas PWI LS Kedu] – 08xxxxxxxxxx
Email: pwilskedu@email.com
Mustakim
www.radar007.com







