PSBD Batu Bara Diduga Disusupi Judi Bermodus Permainan Ketangkasan, Salam Pranata: “Jangan Kotori Budaya dengan Praktik Haram!”

banner 120x600

Batu Bara, Radar007.com – Pagelaran Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) ke-VII Kabupaten Batu Bara, yang seharusnya menjadi ajang memperkuat persatuan antar etnis dan melestarikan seni budaya lokal, justru kini menuai kontroversi panas.

Pasalnya, di tengah kemeriahan acara, muncul dugaan praktik perjudian berkedok permainan ketangkasan yang mencoreng marwah kegiatan budaya tersebut.

Acara PSBD ke-VII ini digelar di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Air Putih, dan dijadwalkan berlangsung selama sebulan penuh — 31 Oktober hingga 30 November 2025.

Pembukaannya dilakukan langsung oleh Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si, didampingi Wakil Bupati Syafrizal, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya PSBD sebagai wadah memperkokoh kebersamaan lintas etnis dan menolak segala bentuk perilaku negatif.

Namun, semangat luhur itu kini tercoreng. Beberapa pengunjung dan pengamat sosial menyoroti munculnya arena permainan ketangkasan yang diduga menjadi ajang taruhan uang alias judi terselubung.

Dugaan ini kian kuat setelah beredar kabar viral di media sosial yang memperlihatkan keramaian di area permainan tersebut, dengan pengunjung mempertaruhkan uang tunai.

Salam Pranata: “Budaya Harusnya Mendidik, Bukan Jadi Alat Cari Untung Haram”

Aktivis kontrol sosial Salam Pranata angkat bicara keras menanggapi fenomena ini.

“Sangat disayangkan. PSBD Batu Bara yang seharusnya menjadi simbol persatuan dan ajang memperkenalkan seni budaya antar etnis, justru dicoreng dengan hal-hal yang menjauhkan makna budaya itu sendiri,” tegasnya.

Salam juga menyoroti adanya dugaan praktik sewa lapak dengan harga tinggi, yang justru tidak banyak melibatkan pelaku UMKM lokal.

“Informasi yang kami terima, lapak-lapak UMKM disewakan dengan harga fantastis. Ironisnya, pelaku UMKM asli Batu Bara malah tersisih. Bahkan, muncul kabar ada pengusaha pasar malam dari luar daerah yang mengelola permainan ketangkasan itu. Ini akan kami dalami,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan seperti PSBD seharusnya menjadi wadah membangun citra Batu Bara sebagai daerah ramah, berbudaya, dan berdaya tarik investasi, bukan malah menjadi ajang bisnis yang mengandung unsur perjudian.

“Kalau ini benar terjadi, aparat penegak hukum harus turun tangan. Jangan biarkan budaya kita dijadikan tameng untuk praktik haram yang merusak moral masyarakat,” pungkas Salam Pranata tegas.

(Erwanto/Tim)

 

( Erwanto/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *