Tambang Menggurita, Warga Lokal Terpinggirkan? Masyarakat Bumi Etam Desak PT GAM Utamakan Putra Daerah

banner 120x600

Kutai Timur, Radar007.com – Gelombang kekecewaan mencuat dari Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun. Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Bumi Etam bersama kelompok Masyarakat Kukaur Bersatu mendatangi manajemen PT Ganda Alam Makmur (GAM) untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan terukur.

Aksi tersebut bukan sekadar unjuk rasa biasa. Warga menuntut komitmen nyata perusahaan tambang itu agar lebih berpihak pada tenaga kerja lokal, masyarakat adat, dan putra daerah Kalimantan yang selama ini dinilai belum memperoleh prioritas optimal dalam proses rekrutmen.

Koordinator aksi, Erwin Santoso, menyampaikan bahwa masyarakat setempat merasa belum sepenuhnya dilibatkan dalam arus besar aktivitas pertambangan di wilayah mereka sendiri.

“Kami meminta agar masyarakat pribumi, masyarakat adat, dan putra daerah Kalimantan tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Kami melihat masih banyak tenaga kerja didatangkan dari luar, sementara warga lokal memiliki kemampuan dan kemauan untuk bekerja,” tegas Erwin dalam orasinya.

Sorotan Ketimpangan Tenaga Kerja

Dalam penyampaian aspirasi tersebut, warga menyoroti dugaan ketimpangan proporsi tenaga kerja. Mereka mempertanyakan komposisi pekerja dari luar daerah dibandingkan dengan tenaga kerja lokal di lingkungan operasional perusahaan.

Masyarakat menilai, kehadiran investasi pertambangan seharusnya memberikan efek domino ekonomi secara langsung bagi warga di sekitar wilayah operasional. Namun, menurut mereka, realitas di lapangan masih belum sepenuhnya mencerminkan harapan tersebut.

Tiga Tuntutan Utama

Aliansi masyarakat menyampaikan sejumlah poin tuntutan kepada manajemen PT GAM, yaitu:

1. Prioritas Rekrutmen Lokal

Meminta perusahaan memberikan kemudahan dan prioritas bagi masyarakat lokal serta pribumi dalam proses penerimaan tenaga kerja.

2. Transparansi dan Evaluasi Proporsi Tenaga Kerja

Mendesak adanya keterbukaan data terkait komposisi tenaga kerja lokal dan luar daerah, serta evaluasi kebijakan rekrutmen yang berjalan.

3. Pemberdayaan dan Perlindungan Masyarakat Adat

Mengharapkan perhatian lebih terhadap eksistensi, partisipasi, dan kesejahteraan masyarakat adat di sekitar wilayah operasional tambang.

Erwin menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas dan pengawalan aspirasi masyarakat agar investasi yang masuk ke Kutai Timur, khususnya Kecamatan Kaubun, benar-benar memberi manfaat yang berkeadilan.

“Kami berharap manajemen PT GAM membuka ruang dialog yang konstruktif dan memberikan kemudahan bagi masyarakat lokal untuk berkontribusi. Jangan sampai kami yang paling dekat dengan wilayah operasional justru merasa dipersulit,” ujarnya.

Menunggu Respons Resmi Perusahaan

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan masyarakat masih menantikan tanggapan resmi dan langkah konkret dari manajemen PT Ganda Alam Makmur atas tuntutan yang telah disampaikan.

Pihak perusahaan, hingga saat ini, belum memberikan pernyataan terbuka terkait aspirasi tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi manajemen PT GAM guna menjaga keberimbangan informasi.(Supriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *