Viral Tak Selalu Benar! Peninjauan Lapangan Bantah Tudingan Proyek P3-TGAI di Lebak Bermasalah

Foto: Istimewa (template)

banner 120x600

Video Viral Giring Opini Soal Proyek P3-TGAI di Lebak, Fakta Lapangan Justru Berkata Lain

LEBAK, Radar007.com – Sebuah video yang viral di TikTok dan menuding pembangunan saluran irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Giri Mukti, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, akhirnya mendapat bantahan berdasarkan hasil peninjauan langsung di lapangan.

Alih-alih menemukan dugaan penyimpangan sebagaimana narasi yang beredar di media sosial, pihak pelaksana, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), hingga sejumlah pihak yang melakukan pengecekan justru menyatakan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, Rencana Anggaran Biaya (RAB), petunjuk pelaksanaan (juklak), dan petunjuk teknis (juknis) Program P3-TGAI.

TPM P3A Cinali Makmur, Ade, menegaskan objek bangunan yang dipersoalkan dalam video viral tersebut bukan merupakan bagian dari pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kelompok P3A.

Menurutnya, potongan video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan kondisi proyek sehingga berpotensi membentuk persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Titik yang dipersoalkan bukan merupakan bagian pekerjaan yang harus dibangun dalam program P3-TGAI. Karena itu, tudingan bahwa pekerjaan tidak sesuai spesifikasi tidak tepat jika dikaitkan dengan proyek yang sedang kami laksanakan,” tegas Ade kepada awak media, Minggu (5/7/2026).

Ketua P3A Cinali Makmur, Endi, memastikan seluruh proses pembangunan dilaksanakan mengacu pada ketentuan program. Ia menegaskan kualitas pekerjaan menjadi prioritas karena hasil pembangunan akan dimanfaatkan langsung oleh para petani.

“Kami tidak berani melanggar spesifikasi maupun RAB. Justru kami ingin hasil pembangunan ini benar-benar kuat, berkualitas, dan bermanfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Untuk memastikan informasi yang berkembang tidak hanya berhenti pada narasi media sosial, Ketua DPAC Badak Banten Perjuangan Kecamatan Cimarga, Udin Dolar, bersama Pengurus DPP Badak Banten Perjuangan, Aa Solihin, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek.

Hasilnya, mereka mengaku tidak menemukan adanya indikasi pekerjaan yang menyimpang sebagaimana yang dituduhkan dalam video viral tersebut.

“Kami melihat langsung kondisi fisiknya. Apa yang dituduhkan dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta yang kami temukan di lapangan,” kata Udin.

Di sisi lain, masyarakat Desa Giri Mukti, khususnya para petani sebagai penerima manfaat, justru menyambut baik pembangunan saluran irigasi tersebut. Mereka berharap proyek itu dapat memperlancar distribusi air ke lahan pertanian dan meningkatkan hasil panen.

Tokoh masyarakat Desa Giri Mukti, Madsuni, menilai kualitas pekerjaan sudah sesuai harapan.

“Kami sangat berterima kasih atas pembangunan irigasi ini. Dari yang kami lihat, kualitas bangunannya baik dan material yang digunakan juga sesuai harapan. Semoga manfaatnya bisa dirasakan petani dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar di media sosial perlu diuji dengan fakta lapangan. Kritik terhadap proyek pemerintah merupakan bagian dari kontrol publik, namun setiap tudingan semestinya disertai data dan verifikasi agar tidak berubah menjadi opini yang menyesatkan atau merugikan pihak yang telah bekerja sesuai aturan.

Program P3-TGAI sendiri merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum yang bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi berbasis pemberdayaan masyarakat guna mendukung produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani.

 

Laporan: Robby Rambi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *