Purworejo, 21 April 2026 – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Sigid Supriyantoro, menyampaikan keterangan terkait program revitalisasi satuan pendidikan kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).
Untuk tahun 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo mengusulkan 47 SD, 18 PAUD, dan 13 SMP untuk mendapatkan program revitalisasi. Namun hingga saat ini, baru 2 SD yang dipanggil ke Jakarta. “Mudah-mudahan nanti menyusul. Masih ada waktu panjang,” ujar Sigid.
Ia berharap, melalui revitalisasi ini sarana prasarana sekolah menjadi lebih lengkap, sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung nyaman dan aman. Program ini sejalan dengan Inpres Nomor 7 Tahun 2025 Presiden Prabowo yang mencanangkan revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran demi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Purworejo.
“Kalau hanya ditopang APBD tentu kurang. Paling hanya bisa rehab kecil. Lewat revitalisasi, banyak item yang bisa dikerjakan,” jelasnya.
Revitalisasi dilakukan berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), meliputi kondisi ruang kelas, ruang guru, jamban, toilet, hingga laboratorium jika ada. Sekolah dengan kondisi rusak akan masuk dalam menu revitalisasi.
Selain revitalisasi, pada 2026 sekolah juga mendapat dukungan digitalisasi. Kementerian akan menyalurkan IFP (Interactive Flat Panel) dan laptop langsung ke sekolah. Semua SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, serta PAUD, akan menerima bantuan tersebut.
“Sudah sesuai drop dari pusat. Setiap sekolah mendapat 1 IFP dan 1 laptop. Seperti tahun 2024 kemarin, ada Smart TV. IFP ini Smart TV interaktif, sangat bagus untuk kegiatan pembelajaran,” terang Sigid.
Ke depan, diharapkan tiap kelas bisa memiliki perangkat tersebut. Namun saat ini dilakukan bertahap. Pada 2025, seluruh SD sudah menerima masing-masing satu unit. Tahun 2026 diharapkan ada penambahan lagi.
Terkait perawatan, Sigid menekankan pentingnya penggunaan sesuai prosedur. Setelah dipakai, kabel dan stop kontak harus dilepas. Pemanfaatannya harus maksimal karena IFP sudah dilengkapi program-program pembelajaran. Perangkat juga wajib disimpan di tempat aman agar terjamin keamanannya.
“Harapan kami, revitalisasi dan digitalisasi ini menjadikan sekolah nyaman dan aman, sehingga mutu pembelajaran meningkat. Semoga Purworejo sebagai Kabupaten Pendidikan bisa melahirkan lebih banyak siswa yang diterima di sekolah-sekolah unggulan, seperti tahun-tahun lalu,” ujarnya.
Hingga April 2026, pihaknya belum menerima laporan kehilangan perangkat dari sekolah. Artinya, pengamanan sudah sesuai edaran dinas. “Kami imbau sekolah tetap waspada menjaga aset. Ini untuk anak cucu kita,” pungkas Sigid.
Mustakim
www.radar007.com






