
Gotong Royong Wujudkan Rumah Layak, Cegah Kemiskinan Ekstrem di Purworejo
PURWOREJO – Atap bocor, dinding reyot, dan lantai tanah. Kondisi itulah yang selama ini dialami 35 keluarga di Kabupaten Purworejo. Sabtu, 8 Agustus 2026, penderitaan itu sedikit terobati.
Melalui program Tasyarufan, Baznas Kabupaten Purworejo menyalurkan bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni – RTLH senilai Rp290 juta kepada 35 mustahik. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Peringgitan Pendopo Bupati.
Isi Celah yang Belum Terjamah Pemerintah
Ketua Baznas Purworejo, Drs. H. Fatkhurohman, M.M, menyebut penyaluran tahun ini mengacu pada RKAD dan arahan Bupati. Pemetaan penerima dilakukan berkoordinasi penuh dengan Pemkab.
Kami menyalurkan kepada 35 mustahik dengan total dana Rp290 juta dari Baznas. Pemilihannya sesuai skala prioritas,” ujarnya.
Menariknya, Baznas sengaja menyasar warga yang “terlewat” dari program pemerintah.
Ada warga yang punya rumah tapi statusnya belum menikah. Secara aturan bantuan pemerintah belum bisa masuk. Nah, di sinilah Baznas hadir mengisi,” jelas Fatkhurohman.
Ia berharap, ke depan seluruh warga Purworejo bisa tinggal di rumah yang layak. Bagi yang belum kebagian, diminta bersabar karena bantuan disalurkan bertahap sesuai tingkat kerusakan rumah.
Bupati Yuli: Rumah Layak Adalah Awal Keluarga Bahagia
Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H memberikan apresiasi tinggi. Baginya, rumah layak bukan sekadar tempat berteduh.
Ini adalah fondasi agar keluarga bisa tumbuh sehat, aman, dan nyaman. Ini bentuk nyata gotong royong untuk menaikkan derajat kesejahteraan warga,” tegas Bupati Yuli.

Pemkab sendiri tidak tinggal diam. Selain dana Baznas, Pemkab mengalokasikan APBD khusus untuk 49 desa dan kelurahan prioritas penanganan RTLH. Proposal juga terus diajukan ke CSR Bank Jateng, BRI, Baznas RI, dan mitra lainnya.
Kebutuhan RTLH di Purworejo masih ribuan. Ini bukan ratusan lagi. Indikator rumah layak juga jadi pengukur kemiskinan ekstrem. Makanya harus kita kebut,” kata Bupati.
Agar adil, Bupati meminta penyaluran dilakukan merata. Konsepnya “satu desa satu penerima” agar semua wilayah merasakan.
Untuk tenaga tukang, Bupati menitipkan ke para Kepala Desa. “Dari Baznas untuk material. Untuk tenaganya, mari kita gerakkan kerja bakti dan gotong royong,” pesannya.
Sudah Menyebar, Tapi Masih Bertahap
Usai acara, Bupati Yuli menambahkan data penerima diambil dari proposal yang masuk dan sudah dipetakan Baznas. Prioritas utama adalah rumah dengan kerusakan paling parah.
RTLH ini sudah tersentuh di seluruh wilayah Purworejo, namun masih bertahap. Karena jumlahnya masih sangat banyak,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Baznas. Ia berharap sinergi dengan Pemkab terus berlanjut. Semua ini untuk mendukung program Pemda dalam mengentaskan kemiskinan,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan simbolis dari Bupati kepada perwakilan penerima. Senyum lega dan haru terpancar dari wajah mereka yang sebentar lagi akan memiliki rumah baru yang lebih layak.
Mustakim
www.radar007.com









