Minahasa Utara (Sulut), Radar007.com — Keluarga besar Siby–Peleh menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bupati Minahasa Utara, Joune James Esau Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., yang telah meluangkan waktu untuk datang melayat dan menyampaikan belasungkawa di rumah duka almarhum Pdt Emeritus Christian Siby, S.M.Th.
Kehadiran Bupati Minahasa Utara bersama rombongan tersebut berlangsung pada Senin (09/03/2026) di rumah duka keluarga Siby–Peleh yang berlokasi di Desa Keregesan, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Mewakili keluarga besar, Jesicha Siby, cucu dari almarhum Pdt Emeritus Christian Siby, menyampaikan ungkapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada keluarga yang sedang berduka.
“Kami segenap keluarga besar Siby–Peleh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Minahasa Utara, Bapak Joune James Esau Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., yang telah hadir langsung di rumah duka. Kehadiran Bapak sangat berarti dan memberikan kekuatan bagi kami di tengah suasana duka ini,” ungkap Jesicha Siby.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar Tuhan senantiasa memberkati Bupati Minahasa Utara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam melayani masyarakat.
“Kami berdoa kiranya kasih Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai dan memberkati Bapak Bupati dalam setiap tugas dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat Minahasa Utara,” tambahnya.
Selain itu, keluarga besar Siby–Peleh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para perangkat desa dan masyarakat sekitar yang telah membantu serta memberikan dukungan kepada keluarga selama proses duka berlangsung.
Duka Mendalam atas Kepergian Pdt Emeritus Christian Siby
Keluarga besar Siby–Peleh mengaku sangat merasakan kehilangan yang mendalam atas berpulangnya sosok yang mereka cintai, Pdt Emeritus Christian Siby, S.M.Th.
Almarhum berpulang ke rumah Bapa pada Jumat (06/03/2026) di usia 84 tahun.
Menurut Jesicha Siby, momen kepergian almarhum terjadi pada hari yang sangat berkesan bagi keluarga, karena pada hari yang sama keluarga sempat merayakan ulang tahun ke-84 almarhum bersama seluruh anggota keluarga.
“Pada hari ulang tahun Opa yang ke-84, kami sekeluarga masih sempat mengadakan syukuran sederhana di rumah. Opa bahkan masih sempat meniup lilin ulang tahun bersama kami pada siang hari,” tutur Jesicha.
Namun pada sore harinya, keluarga harus menerima kenyataan bahwa sosok yang mereka cintai telah dipanggil Tuhan. “Di hari yang sama, Tuhan memanggil Opa tercinta kami. Kami sangat merasakan duka yang mendalam, karena kami semua sangat menyayangi beliau. Namun kami percaya bahwa semua ini adalah kehendak Tuhan,” ungkapnya dengan penuh haru.
Meskipun diliputi kesedihan, keluarga besar Siby–Peleh tetap bersyukur dan menerima peristiwa tersebut sebagai bagian dari rencana Tuhan. “Kami percaya Tuhan lebih mengasihi Opa. Oleh karena itu, kami menyerahkan semuanya kepada kehendak Tuhan dengan penuh iman,” tambah Jesicha.
Keluarga besar Siby–Peleh berharap seluruh doa dan dukungan dari masyarakat dapat menjadi penguatan bagi mereka dalam menghadapi masa duka atas kepergian Pdt Emeritus Christian Siby, S.M.Th.(M.H)






