DENPASAR | Radar007.com
Gubernur Bali Wayan Koster bergerak cepat mengawal percepatan pembangunan infrastruktur strategis. Pada 21 April 2026, ia melakukan audiensi dengan sejumlah kementerian sebagai tindak lanjut Rapat Kerja Komisi V DPR RI pada 8 April 2026.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memprioritaskan usulan infrastruktur dari Pemerintah Provinsi Bali. Program akan dijalankan bertahap mulai 2026, diawali studi dan perencanaan, lalu berlanjut ke pembangunan fisik.
Sejumlah proyek utama dipastikan mulai digarap pada 2026–2027. Di antaranya pembangunan underpass di kawasan Jimbaran, gedung parkir di Pura Ulun Danu Batur, jembatan penghubung Nusa Ceningan–Nusa Lembongan, shortcut titik 11 dan 12 jalur Singaraja–Mengwi, serta lanjutan pembangunan Embung Unda di Klungkung.
Di sektor transportasi, pemerintah juga menyiapkan sistem taksi laut yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan kawasan Nusa Dua dan Canggu. Selain itu, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang dan Pelabuhan Padangbai akan diperluas menjadi pusat logistik, penumpang, dan pariwisata. Pelabuhan baru juga direncanakan di kawasan Amed serta Gunaksa.
Langkah strategis lain yang disetujui adalah pemisahan jalur transportasi logistik dan kendaraan penumpang. Distribusi logistik dari Ketapang akan langsung diarahkan ke pelabuhan di Bali Utara dan Timur seperti Celukan Bawang, Amed, atau Gunaksa. Sementara jalur Gilimanuk–Mengwi difokuskan untuk kendaraan penumpang guna mengurangi kepadatan dan meningkatkan keselamatan.
Dampak proyek ini diproyeksikan signifikan. Underpass Jimbaran diharapkan mengurai kemacetan di Badung Selatan, sementara fasilitas parkir di Pura Ulun Danu Batur akan memperlancar konektivitas lintas kawasan, termasuk jalur Gianyar–Klungkung–Batur dan Singaraja–Batur–Besakih.
Ke depan, pembangunan infrastruktur lintas kabupaten dan sarana strategis lainnya akan berlanjut hingga 2028–2030. Pemerintah menargetkan pengurangan kemacetan secara menyeluruh sekaligus mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, demi pemerataan pembangunan dari Bali utara, selatan, timur, barat hingga tengah.(red)





