Diduga Kuasai Jaringan Narkoba Aek Kuasan, Nama “JY” Kini Jadi Sorotan — Kapolres Asahan dan Brigjen Pol Mulai Buka Suara

Foto: Ilustrasi

banner 120x600
Asahan, Radar007.com

Aroma dugaan kuat peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, semakin sulit dibendung. Setelah nama pria berinisial “JY” ramai disebut warga sebagai sosok yang diduga mengendalikan jaringan narkotika di kawasan tersebut, tekanan publik terhadap aparat penegak hukum kini semakin membesar.

Investigasi lanjutan Radar007.com menemukan bahwa isu dugaan penguasaan jaringan narkoba oleh “JY” bukan lagi sekadar bisik-bisik di warung kopi. Nama itu kini menjadi pembahasan terbuka di tengah masyarakat Aek Kuasan, Asahan hingga Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara.

Warga menyebut, pasca meredupnya aktivitas seorang pemain lama berinisial “TT”, peta peredaran narkoba di kawasan itu diduga berubah drastis. Sosok “JY” disebut-sebut mengambil alih kendali dan semakin leluasa menjalankan aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika.

“Sekarang dia yang paling kuat di sini. Orang-orang sudah tahu semua,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Tak hanya itu, masyarakat juga mulai mempertanyakan mengapa dugaan aktivitas tersebut disebut dapat berlangsung cukup lama tanpa tersentuh hukum. Dugaan adanya kedekatan dengan oknum tertentu pun berkembang liar di tengah masyarakat, meski hingga kini belum ada pembuktian hukum terkait isu tersebut.

“Kalau tidak ada yang membekingi, mana mungkin bisa bertahan lama begitu,” ujar warga lainnya dengan nada kesal.

Kapolres Asahan Akhirnya Merespons

Meningkatnya sorotan publik membuat Radar007.com melakukan konfirmasi langsung kepada Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, SH, SIK, MH terkait dugaan pengendali narkoba berinisial “JY” yang disebut warga sudah lama beroperasi namun belum tersentuh penegakan hukum.

Melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Kapolres Asahan memberikan jawaban singkat namun tegas:

“Trimakasih infonya. Kami tinjut dg penyelidikan.”

Respons tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat. Banyak pihak menilai jawaban itu sebagai sinyal awal bahwa aparat mulai serius menindaklanjuti informasi yang berkembang luas di tengah publik.

Informasi Disebut Sudah Sampai ke Level Pimpinan

Tak berhenti di tingkat Polres, informasi terkait dugaan jaringan narkoba di Aek Kuasan juga dikabarkan telah sampai kepada seorang Perwira Tinggi Polri berpangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) yang sebelumnya disebut turut memimpin penggerebekan di kawasan Lorong 6 Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara.

Saat dikirimkan pemberitaan investigatif terkait nama “JY”, Brigjen Pol tersebut memberikan respons singkat, Senin (18/5/2026):

“Trima kasih info nya lae.”

Meski singkat, jawaban itu dinilai memperlihatkan bahwa dugaan peredaran narkoba di wilayah Asahan dan Labuhanbatu Raya kini mulai mendapat perhatian hingga level pimpinan.

Lorong 6 Aek Kanopan Ikut Jadi Sorotan

Nama Lorong 6 Aek Kanopan kini ikut terseret dalam pusaran perhatian publik. Kawasan tersebut sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu titik yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Warga berharap langkah aparat tidak berhenti pada penggerebekan bersifat simbolis semata, melainkan benar-benar mampu membongkar jaringan besar yang selama ini disebut-sebut sulit disentuh.

“Jangan cuma gerebek kecil-kecil. Bongkar siapa pemain besarnya,” tegas seorang warga.

Publik Menunggu Langkah Nyata Aparat

Munculnya respons dari Kapolres Asahan dan seorang Brigjen Pol membuat masyarakat kini menunggu tindakan konkret aparat penegak hukum.

Publik mulai mempertanyakan:

Apakah “JY” benar akan diperiksa?

Siapa saja pihak yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut?

Benarkah ada dugaan perlindungan oknum?

Mengapa aktivitas itu disebut dapat berlangsung cukup lama?

Jika aparat benar-benar serius turun tangan, kasus ini diprediksi dapat menjadi salah satu pengungkapan jaringan narkoba terbesar yang pernah mencuat di wilayah Asahan dan Labuhanbatu Raya.

Masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak yang namanya disebut warga dalam dugaan jaringan peredaran narkoba tersebut. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan dalam pemberitaan ini.

(Mjs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *