APB Hadir untuk Dharma: Bangun Krematorium Modern, Ringankan Beban Krama Hindu Buleleng Barat

Foto: Ilustrasi

banner 120x600

APB Gaungkan Misi Dharma: Bangun Krematorium Modern untuk Krama Hindu Buleleng Barat, Ringankan Beban Umat dan Jaga Kesucian Pitra Yadnya

Buleleng, Radar007.com – Sebuah gerakan sosial-keagamaan lahir dari semangat pengabdian kepada umat Hindu di Buleleng Barat. Aura Pelangi Bali (APB) menyatakan komitmennya membangun krematorium Hindu modern yang diperuntukkan bagi krama di Kecamatan Seririt, Banjar, Gerokgak, Sawan, hingga wilayah sekitarnya, Rabu (8/7/2026).

Gagasan ini lahir dari kenyataan yang selama bertahun-tahun dirasakan masyarakat. Banyak keluarga harus menempuh perjalanan jauh ke Denpasar, Tabanan, atau Kota Singaraja untuk melaksanakan prosesi kremasi. Selain menyita waktu, kondisi tersebut juga menambah beban biaya ketika keluarga sedang menghadapi suasana duka.

Di sisi lain, keterbatasan lahan setra, panjangnya antrean pelaksanaan upacara, serta kebutuhan akan pengelolaan lingkungan yang lebih baik menjadi tantangan yang tidak bisa lagi diabaikan.

Melihat kondisi tersebut, APB menawarkan solusi nyata melalui pembangunan krematorium yang tetap berpijak pada nilai-nilai suci Hindu, mengedepankan prinsip Sekala–Niskala, menjunjung tinggi adat Bali, sekaligus memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memangkas biaya pelaksanaan ngaben hingga sekitar 30–40 persen, sehingga masyarakat dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan keluarga, pendidikan, maupun kegiatan sosial keagamaan lainnya.

Tidak hanya itu, krematorium ini juga dirancang memiliki bale persembahyangan, bale malukat, area pelaksanaan upacara yang tertata, serta sistem insinerator modern dengan penyaring emisi sehingga selaras dengan filosofi Tri Hita Karana.

Lebih dari sekadar tempat kremasi, APB ingin menghadirkan pusat pelayanan umat yang memperkuat semangat Menyama Braya, gotong royong, dan kepedulian sosial. Program bantuan bagi keluarga kurang mampu, pelatihan serati dan pemangku, hingga pengelolaan dana punia untuk kegiatan sosial menjadi bagian dari visi besar lembaga tersebut.

Secara spiritual, pembangunan krematorium modern dinilai tetap sejalan dengan ajaran Hindu. Dalam Bhagavad Gita II.23 dijelaskan bahwa api tidak membakar Atman, melainkan menjadi sarana penyucian badan jasmani sebelum kembali kepada unsur Panca Maha Bhuta. Dengan demikian, perubahan sarana tidak mengubah makna suci Pitra Yadnya, melainkan menjadi bentuk penyesuaian berdasarkan prinsip Desa, Kala, Patra.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, APB mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dunia usaha, serta para dermawan agar bersama-sama memberikan dukungan melalui dana punia, program CSR, hibah lahan, maupun bantuan operasional.

APB menegaskan seluruh proses pengelolaan akan dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel. Setiap bentuk dukungan akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai wujud pengabdian kepada Dharma.

“Membangun krematorium bukan hanya membangun sebuah fasilitas. Ini adalah membangun pelayanan suci bagi umat, meringankan beban keluarga yang berduka, menjaga kelestarian adat, serta mewariskan nilai kemanusiaan bagi generasi mendatang,” demikian semangat yang diusung APB.

Dengan semangat kebersamaan, APB optimistis cita-cita menghadirkan krematorium modern pertama yang melayani masyarakat Hindu di Buleleng Barat dapat segera terwujud sebagai persembahan nyata untuk Dharma, budaya, dan kemaslahatan umat.

 

Om Santih, Santih, Santih Om.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *