
*PURWOREJO* – Bupati Purworejo Yuli Hastuti, S.H. menegaskan pendidikan politik bukan sekadar soal pemilu atau pilihan politik. “Ini tentang menyikapi perbedaan dengan dewasa, menjaga persatuan, dan menciptakan suasana aman serta kondusif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Hal itu disampaikan saat membuka Pendidikan Politik bagi TP PKK di Pendopo Kecamatan Purworejo, Kamis (7/5/2026). Kegiatan diikuti 100 peserta dari TP PKK seluruh kelurahan dan desa se-Kecamatan Purworejo.
Menurut Bupati, demokrasi yang sehat dibangun dengan sikap saling menghormati dan mengutamakan kepentingan bersama. Perempuan punya peran kunci, tak hanya sebagai penggerak keluarga, tetapi juga teladan di lingkungan.
“Saya berharap ibu-ibu TP PKK terus menjaga kerukunan, memperkuat gotong royong, serta bijak menerima dan menyebarkan informasi,” pesannya.
Di era digital, Bupati mengingatkan warga agar lebih cermat dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk konten media sosial yang memicu keresahan. Ia meminta anggota TP PKK aktif mengedukasi keluarga dan lingkungan agar bijak bermedia sosial demi menjaga Purworejo tetap rukun dan damai.
“Semoga peran perempuan dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan yang harmonis semakin kuat untuk mewujudkan Purworejo Berseri,” tutupnya.
Kepala Badan Kesbangpol, Puguh Trihatmoko, S.H., M.H., menambahkan partisipasi perempuan penting dalam penyusunan kebijakan daerah. “Pembangunan akan berhasil bila semua elemen, termasuk kaum perempuan, ikut berpartisipasi,” tegasnya. (ADV)
Mustakim
www.radar007.com







