*“Domba Lokal Purworejo Naik Kelas: Empuk, Tahan Penyakit, Harga Kontes Tembus Rp500 Juta”*

banner 120x600

Purworejo, Kamis 7 Mei 2026 – Peternak muda Ahmad Mahrus, 36 tahun, warga Dusun Karangendep, Desa Winong Lor, Kecamatan Gebang, Purworejo, serius mengangkat pamor domba lokal Purworejo. Ia menyebut domba jenis ini punya 5 keunggulan: daging lebih empuk, pertumbuhan lebih cepat, perawatan mudah, tahan penyakit, dan belum familiar di Purworejo.

“Saya fokus di domba lokal baru 3 tahun, tapi main domba sudah lama. Tujuannya biar warga Purworejo kenal dan bangga,” kata alumnus peternakan ini di kandang milik H. Suroto Winong, Kamis 7/5/2026.

*Domba Kurban & Kontes: Harga Sampai Ratusan Juta*
Untuk kurban, bobot 40 kg dijual Rp2,5 juta dengan hasil daging ±10 kg. Bobot 80 kg Rp5 juta, daging ±20 kg. Daging domba, kata Mahrus, lebih tidak prengus sehingga disukai lansia.

Domba kontes beda lagi. Cirinya: tanduk besar panjang melingkar, “kacamata” hitam di mata, telinga koploh panjang, bulu putih bersih terawat, postur tinggi panjang. “Pejantan kelas kontes bobot 100 kg harganya di atas Rp10 juta. Penawaran terakhir ada yang sampai Rp500 juta,” ungkapnya.

*Manajemen Ternak: Tahan Cuaca, Populasi 100 Ekor*
Mahrus kini pelihara 100 ekor di kandang panggung agar bersih. Perawatan simpel: pakan, minum, komboran, vitamin, antibiotik. “Domba lebih kuat dari kambing. Panas hujan tidak gampang sakit,” ujarnya.

Sistem breeding 1 pejantan untuk 10 indukan. Pejantan wajib trah juara dari Temanggung atau Magelang. Dalam 2 tahun, induk bisa beranak 3 kali, rata-rata 2 anak per kelahiran. Penjualan stabil ±50 ekor per periode. Harga konsumsi tetap terjangkau Rp2–3 juta, tergantung kualitas.

*Target: Sate Domba Purworejo & Kontes Mandiri*
Mahrus berharap domba lokal makin dikenal dan Purworejo punya ikon “sate domba”. Ia mendorong Pemkab gelar kontes. “Saya alumni peternakan. Harus gandeng pemerintah biar ada event skala kabupaten, masyarakat jadi tahu.”

*Tanggapan Dinas*
Kepala Dinas Peternakan, Pertanian dan Kelautan Purworejo, Bagas Adi Karyanto, via WhatsApp Kamis 7/5/2026, mengapresiasi peternak domba lokal. “Domba sangat potensial dikembangkan. HPT melimpah, carrying capacity masih terbuka. Domba lokal adaptif, cepat tumbuh, mudah beranak,” jelasnya.

Menurut Bagas, pasar domba terbuka lebar, termasuk sate. Sayangnya, sate domba di Purworejo masih disebut sate kambing. “Dinas belum adakan kontes khusus karena anggaran terbatas. Ke depan kami dorong asosiasi peternak domba agar bisa kontes mandiri dan berkelanjutan,” tutupnya.

*Ringkasan 5 Poin Kunci:*
1. *Keunggulan domba lokal*: Daging empuk, cepat besar, tahan penyakit, perawatan mudah.
2. *Harga*: Kurban 40 kg Rp2,5 juta, 80 kg Rp5 juta. Domba kontes bisa Rp500 juta.
3. *Populasi & manajemen*: 100 ekor, kandang panggung, breeding 1:10, tahan cuaca ekstrem.
4. *Target peternak*: Populerkan domba lokal, wujudkan ikon sate domba, dorong kontes kabupaten.
5. *Respon Pemkab*: Dukung pengembangan, HPT melimpah, pasar terbuka, tapi kontes terkendala anggaran. Dorong asosiasi peternak.

Mustakim

www.radar007.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *