
*PURWOREJO* – Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purworejo, Bagas Karyanto, memastikan kondisi tanaman pangan aman dan harga gabah petani terjaga saat panen raya 2026. Hal itu disampaikan melalui pesan WhatsApp, Rabu (6/5/2026).
*1. Harga Gabah & Serapan Bulog*
“Kita fasilitasi kerja sama dengan Bulog melalui serap gabah petani. Harga serap gabah saat ini Rp6.500 per kilogram,” kata Bagas. Langkah ini untuk menjaga harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani agar tidak jatuh saat puncak panen.
*2. Stok Cadangan Pangan 202 Ton*
Bagas merinci, Cadangan Pangan Pemerintah Pusat (CPP) untuk Kabupaten Purworejo sebanyak 100 ton dan tersimpan di gudang Bulog. Sementara Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kabupaten Purworejo ada stok 102 ton gabah kering giling. “Total 202 ton untuk intervensi harga dan antisipasi darurat,” ujarnya.
*3. Kondisi Tanaman Pangan: Tak Ada Puso, Waspada Hama*
Untuk tanaman pangan, DPPP fokus pada padi dan jagung. “Tanam kedelai sedikit sekali, makanya sudah tidak dimasukkan target dinas,” jelasnya.
Bagas memastikan tidak ada puso. Namun, terdapat serangan hama ringan dan semua wilayah diminta waspada penggerek batang dan tikus. “Terancam banjir kemarin di Grabag, meliputi Desa Trimulyo, Rowodadi, dan Bendungan,” tambahnya.
*4. Pergeseran Komoditas: Kedelai ke Kacang Hijau*
Ia juga mengungkap fenomena di lapangan, banyak petani kedelai berpindah ke komoditas kacang hijau. “Karena lebih menguntungkan,” kata Bagas.
DPPP Purworejo berkomitmen terus mengawal serapan gabah dan mitigasi hama serta banjir agar target produksi padi 392.555 ton tahun 2026 tercapai.
Mustakim
www.radar007.com





