Diduga Korupsi Rp6 Miliar Belum Tersentuh Hukum, LSM ABRI Riau Ancam Demo Kejati dan KPK

Foto: Istimewa

banner 120x600
Rohul, Radar007.com

Aroma dugaan korupsi proyek pembangunan Tribun Astaka MTQ Kabupaten Rokan Hulu kembali mencuat ke permukaan. Ketua LSM ABRI Riau, Antonio Hasibuan, menegaskan pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran ke Kejaksaan Tinggi Riau hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mendesak pengusutan tuntas dugaan korupsi uang negara senilai Rp6 miliar yang hingga kini dinilai jalan di tempat.

Antonio menyebut, hasil investigasi lapangan yang dilakukan pihaknya menemukan fakta bahwa para pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut masih bebas beraktivitas tanpa proses hukum yang jelas. Bahkan, salah satu nama yang disebut dalam pusaran kasus itu justru kini dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hulu.

“Kami mendesak Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M., segera menonaktifkan Kepala Dinas PUPR Rohul H. Zulfikri, ST., demi menjaga marwah pemerintahan dan penegakan hukum. Jangan sampai pejabat yang diduga terkait kasus korupsi justru tetap nyaman duduk di kursi kekuasaan,” tegas Antonio, Selasa (19/5/2026).

Menurut Antonio, kasus dugaan korupsi pembangunan Astaka MTQ Rohul yang bersumber dari anggaran tahun 2012/2013 tersebut telah lama dilaporkan dan didorong pengusutannya. Bahkan sejak tahun 2013 lalu, melalui LSM LIPUN RI, dirinya telah mendesak Kejati Riau agar menetapkan aktor utama dalam kasus tersebut. Namun hingga kini, belum ada perkembangan signifikan yang berujung pada penetapan tersangka utama maupun putusan pengadilan.

“Sudah lebih dari satu dekade kasus ini menggantung. Jangan ada kesan tebang pilih dalam penegakan hukum. Kami menduga ada banyak pejabat yang terlibat dan hingga kini masih memiliki pengaruh di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu,” ujarnya.

Antonio juga menilai praktik korupsi di Kabupaten Rokan Hulu sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Karena itu, selain Kejaksaan Tinggi Riau, pihaknya juga mendesak Kepolisian dan KPK untuk turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh.

“Korupsi di Rohul sudah sangat kronis. Aparat penegak hukum tidak boleh tutup mata. Jika perlu, KPK turun langsung membongkar dugaan mafia anggaran yang selama ini diduga bermain,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi Riau, Andri Ridwan, sebelumnya menyatakan pihaknya akan mempelajari data-data dugaan korupsi yang diserahkan Antonio Hasibuan.

“Kami akan mendalami berkasnya,” ujar Andri.

Kini, Antonio Hasibuan bersama LSM ABRI Riau memastikan akan kembali menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk tekanan moral agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan transparan dalam mengusut dugaan korupsi pembangunan Astaka MTQ Rohul.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *