Roger Desak Prabowo Hukum Koruptor Seberat-Beratnya: Penjara Harus Jadi Neraka bagi Perampok Uang Rakyat

Foto: Istimewa

banner 120x600
Semarang, Radar007.com

Wisnu, yang lebih dikenal dengan sapaan Roger, kembali menyuarakan kritik keras terhadap lemahnya penegakan hukum di Indonesia, khususnya dalam pemberantasan korupsi. Sebagai wartawan yang dikenal vokal, tajam, dan konsisten mengawal kepentingan rakyat, Roger menegaskan bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang telah merusak sendi-sendi kehidupan bangsa dan menghancurkan masa depan rakyat secara perlahan namun sistematis.

Dengan nada tegas dan penuh penekanan, Roger mendesak agar negara segera melakukan reformasi besar-besaran dalam sistem penegakan hukum, terutama terhadap para pelaku korupsi. Ia menilai, selama hukuman terhadap koruptor masih terasa ringan dan penuh fasilitas mewah, maka efek jera tidak akan pernah benar-benar tercipta.

Menurut Roger, seluruh proses hukum terhadap koruptor harus dijalankan secepat-cepatnya tanpa kompromi, tanpa tebang pilih, dan tanpa tunduk pada kekuasaan maupun jabatan. Ia menegaskan bahwa hukum harus berdiri lebih tinggi dari kepentingan politik apa pun.

“Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. Ini adalah kejahatan sistemik yang merampas hak hidup rakyat, menghancurkan keadilan sosial, menghambat pembangunan, dan mengkhianati amanah negara. Karena itu, para pelaku korupsi harus dihukum seberat-beratnya agar benar-benar merasakan penderitaan atas kerusakan yang mereka timbulkan,” tegas Roger, Selasa (19/5/2026).

Ia juga secara khusus menyampaikan harapan besar kepada Presiden Prabowo Subianto agar menunjukkan ketegasan tanpa kompromi terhadap para pejabat yang terbukti mengkhianati rakyat melalui praktik korupsi.

Roger menilai, penjara bagi koruptor tidak boleh lagi menjadi tempat nyaman yang dipenuhi fasilitas mewah. Menurutnya, lembaga pemasyarakatan harus menjadi tempat yang menghadirkan penderitaan moral dan psikologis agar para pelaku benar-benar merasakan akibat dari perbuatannya.

“Penjara harus menjadi tempat yang membuat koruptor kehilangan seluruh kenyamanan yang selama ini mereka nikmati dari hasil merampok uang rakyat. Tidak boleh ada fasilitas istimewa. Bahkan perlakuannya harus lebih berat dibanding pelaku kejahatan biasa, karena dampak korupsi jauh lebih menghancurkan kehidupan bangsa,” ujarnya lantang.

Roger menegaskan bahwa rakyat kecil sering kali menerima hukuman berat atas kesalahan sederhana, sementara para koruptor yang merugikan negara miliaran rupiah justru masih bisa hidup nyaman di balik jeruji. Kondisi inilah yang menurutnya melukai rasa keadilan masyarakat.

Ia menambahkan, ketegasan negara dalam menghukum koruptor bukanlah bentuk balas dendam, melainkan bentuk perlindungan terhadap hak-hak rakyat serta upaya memulihkan kepercayaan publik terhadap hukum dan pemerintahan.

“Di hadapan hukum, jabatan dan kekuasaan tidak boleh memiliki arti apa pun. Hukum harus tajam ke atas dan ke bawah. Negara harus membuktikan bahwa kebenaran lebih tinggi daripada kekuasaan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Roger menegaskan bahwa sejarah hanya akan berpihak kepada pemimpin yang berani membersihkan negeri dari korupsi tanpa pandang bulu.

“Jika negara benar-benar berpihak kepada rakyat, maka koruptor harus dihukum seberat-beratnya. Hanya dengan ketegasan itulah keadilan bisa ditegakkan, kepercayaan rakyat dipulihkan, dan kesejahteraan bangsa dapat terwujud secara nyata dan merata,” pungkas Roger dengan penuh penekanan.

 

Laporan: WR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *