Gelombang Tekanan ke Kajati Sulsel Menguat, Mahasiswa Minta Aktor Korupsi Rp60 M Dibuka Terang-Benderang

Foto: Istimewa

banner 120x600

 

Radar007.com | SULSEL

Barisan Oposisi Mahasiswa Sulawesi Selatan (BOM SULSEL) melontarkan tantangan keras kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel) untuk segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit nanas senilai Rp60 miliar pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2024, Kamis (14/05/2026).

Yazid selaku Jenderal Lapangan BOM SULSEL menegaskan, dugaan korupsi tersebut bukan sekadar melibatkan segelintir pihak, melainkan diduga merupakan praktik yang telah tersusun dan terkonsolidasi secara sistematis, mulai dari proses penganggaran hingga pelaksanaan kegiatan.

“Kasus ini tidak berdiri sendiri. Dugaan korupsi ini sudah terkonsolidasi dengan rapi sejak proses pembahasan anggaran di DPRD Sulawesi Selatan sesuai ketentuan Perda dan PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah,” tegas Yazid.

Ia juga menyoroti keterlibatan unsur pimpinan DPRD Sulsel saat pembahasan anggaran berlangsung, termasuk nama Andi Ina Kartika Sari dan Syaharuddin Alrif yang saat itu menjabat sebagai pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut BOM SULSEL, pernyataan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan dalam sidang banding sebelumnya turut memperkuat dugaan bahwa penganggaran proyek tersebut memang dibahas secara resmi di DPRD Provinsi Sulsel.

Sementara itu, Ketua BOM SULSEL, Arif Rimbawan, mengingatkan Kajati Sulsel agar tidak gentar menghadapi tekanan politik dalam penanganan kasus yang disebut menyeret banyak kepentingan elite daerah.

“Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan jangan pernah takut mengusut tuntas kasus ini. Penegakan hukum harus profesional, transparan, berani, dan bebas dari intervensi politik,” ujar Arif.

Ia menambahkan, dalam aksi jilid II sebelumnya, Soetarmin juga mengungkap bahwa tensi politik dalam kasus ini sangat tinggi karena diduga melibatkan sejumlah pihak yang kini menjabat sebagai kepala daerah.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal BOM SULSEL, Indra, menegaskan bahwa mahasiswa dan masyarakat Sulawesi Selatan akan berdiri di garis depan mendukung Kejati Sulsel membongkar dugaan korupsi tersebut hingga ke akar-akarnya.

“Atas nama kepentingan rakyat dan negara, kami mendukung penuh Kajati Sulsel untuk mengusut tuntas kasus korupsi ini tanpa pandang bulu,” tegas Indra.

BOM SULSEL memastikan pihaknya akan terus mengawal proses hukum melalui aksi demonstrasi berkelanjutan di depan Kantor Kejati Sulsel.

“Kami akan terus turun ke jalan untuk memastikan hukum berjalan sebagaimana mestinya tanpa permainan mata dan tanpa tebang pilih,” tutup Yazid dengan nada tegas.

“Tegakkan Supremasi Hukum!”

 

Laporan: Baramakassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *