Labura, Radar007.com — Gelombang kritik terhadap penanganan dugaan peredaran narkoba di wilayah Sidua-dua kian mengeras. Setelah disebut adanya penggerebekan pada 24 November 2025 sore, sejumlah warga justru menilai operasi tersebut tidak membuahkan hasil berarti. Bahkan, transaksi disebut kembali berjalan keesokan harinya.
Istilah “polisi bacul” atau tidak bernyali pun mencuat dari percakapan warga yang kecewa. Meski bernada emosional, ungkapan itu menggambarkan persepsi publik yang merasa penindakan belum menyentuh aktor utama.
Seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, penggerebekan sekitar pukul 16.30 WIB kala itu tidak menghasilkan penangkapan signifikan.
“Tak ada hasil. Besoknya sudah jualan lagi, cuma pindah lapak saja,” ujarnya.
Pernyataan tersebut tentu memerlukan verifikasi resmi. Namun, persepsi bahwa operasi bersifat sementara dan tidak berkelanjutan mulai berkembang di tengah masyarakat.
Dugaan Operasi Tanpa Strategi
Warga lainnya menyoroti pola penindakan yang dinilai kurang matang. Ia menduga operasi dilakukan tanpa pengintaian mendalam sehingga pergerakan aparat lebih dulu terendus.
“Kalau memang serius mau dapat, pasti bisa. Tapi entahlah…” ucapnya singkat.
Tudingan ini secara tidak langsung mengarah pada kinerja Satresnarkoba di bawah naungan Polres Labuhanbatu. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi terkait hasil penggerebekan yang dimaksud warga.
Rasa Takut Mulai Muncul
Keresahan tidak hanya datang dari kalangan pria dewasa. Sejumlah ibu-ibu mengaku cemas berbicara terlalu jauh. Mereka khawatir mendapat tekanan jika dianggap ikut mencampuri persoalan tersebut.
“Takut awak nanti kena imbas,” ujar seorang ibu dengan nada lirih.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan lebih luas: jika benar aktivitas berlangsung terang-terangan, mengapa warga justru merasa tidak aman untuk bersuara?
Publik Menunggu Transparansi
Redaksi tidak dalam posisi menyimpulkan adanya pembiaran. Namun jika benar penggerebekan telah dilakukan, publik berhak mengetahui:
Apakah ada tersangka yang diamankan?Apakah terdapat barang bukti yang disita?
Apakah jaringan yang lebih besar sedang dikembangkan?
Transparansi menjadi kunci untuk meredam spekulasi. Sebaliknya, minimnya informasi hanya akan memperkuat narasi negatif yang berkembang.
Ujian Keberanian Aparat
Isu narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. Ia menyentuh masa depan generasi dan stabilitas sosial. Ketika muncul tudingan “operasi mandul”, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi institusi, tetapi juga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Sidua-dua kini menjadi simbol ujian nyata: apakah aparat mampu menjawab keraguan dengan tindakan konkret?
Redaksi membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya kepada jajaran Polres Labuhanbatu untuk memberikan penjelasan resmi demi keberimbangan dan objektivitas pemberitaan.
Karena dalam isu narkoba, negara tidak boleh terlihat kalah.(Red/Tim)














