
Purworejo – RSUD dr. Tjitrowardojo terus memperkuat mutu layanan kesehatan melalui penandatanganan commissioning Sistem Cathlab (Catheterization Laboratory). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program SIHREN (Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network) yang digagas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Program SIHREN bertujuan memperkuat jejaring rujukan layanan kesehatan nasional, khususnya melalui penyediaan fasilitas medis modern yang terintegrasi untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan bagi masyarakat.
Penandatanganan berita acara commissioning dilaksanakan Rabu (22/4/2026) di Auditorium RSUD dr. Tjitrowardojo. Kegiatan tersebut melibatkan Kemenkes RI melalui Program SIHREN, vendor alat Cathlab, serta Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo selaku penerima hibah.
Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, dr. Tolkha Amaruddin, menyebut commissioning ini menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan rujukan, terutama penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah yang memerlukan tindakan cepat dan tepat.
Menurutnya, penandatanganan ini sekaligus menandai kesiapan operasional Cathlab, baik dari sisi infrastruktur, peralatan, maupun SDM yang telah menjalani pelatihan dan uji kompetensi.
“Keberadaan Cathlab merupakan upaya strategis meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dengan fasilitas ini, pasien jantung tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah, sehingga penanganan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat ditekan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan alat dengan masa garansi tujuh tahun ini diberikan setelah kesiapan SDM dinilai memadai. Saat ini, RSUD dr. Tjitrowardojo telah memiliki dokter intervensi jantung serta tim operator yang mengikuti fellowship di berbagai pusat layanan, baik dalam maupun luar negeri.
Selain Cathlab, RSUD dr. Tjitrowardojo menerima total 12 paket alat kesehatan melalui program ini, antara lain CT Scan, mamografi untuk deteksi kanker payudara, serta fasilitas imunohistokimia (IHK) untuk menentukan jenis tumor.
Secara umum, Cathlab digunakan untuk diagnosis dan tindakan intervensi jantung, seperti kateterisasi hingga pemasangan ring. Selama ini, layanan tersebut masih harus dirujuk ke rumah sakit di Yogyakarta maupun Semarang.
RSUD menargetkan layanan Cathlab mulai beroperasi paling lambat Juli 2026. Saat ini, prosesnya masih menunggu izin dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) serta kerja sama dengan BPJS Kesehatan, mengingat biaya tindakan yang cukup tinggi.
Dengan hadirnya sistem Cathlab, RSUD dr. Tjitrowardojo diharapkan mampu menjadi pusat rujukan layanan jantung di wilayah Kedu dan sekitarnya, sekaligus mendukung transformasi sistem kesehatan nasional menuju layanan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas.
Mustakim
www.radar007.com




