Kemhan Resmi Kukuhkan 33.785 Lulusan SPPI, Siap Jadi Garda Terdepan Penggerak Koperasi Merah Putih dan Pembangunan Desa Nasional

banner 120x600
Dikukuhkan Kemhan, 33.785 Lulusan SPPI Bersiap Jalankan Misi Besar Pembangunan Ekonomi Nasional

Jakarta, Radar007.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, secara resmi menutup Program Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Penutupan program tersebut menjadi penanda kesiapan puluhan ribu talenta muda untuk diterjunkan sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi desa dan kawasan pesisir dalam mendukung program prioritas nasional.
Program SPPI merupakan implementasi Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2026 yang bertujuan mencetak sumber daya manusia unggul, berintegritas, disiplin, dan memiliki kapasitas manajerial guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Sebanyak 33.785 peserta dari seluruh Indonesia dinyatakan lulus setelah menjalani pendidikan intensif selama 45 hari, yang terdiri atas 30 hari pembekalan pertahanan negara serta 15 hari pelatihan manajerial dan kepemimpinan. Kurikulum tersebut dirancang untuk membentuk karakter, integritas, profesionalisme, serta kemampuan adaptasi para peserta dalam menghadapi tantangan pembangunan di lapangan.

Dalam sambutannya, Letjen TNI Tri Budi Utomo menegaskan bahwa para lulusan SPPI akan menjadi ujung tombak pembangunan di wilayah pedesaan dan pesisir.

”Saya berharap saudara-saudara mampu menggerakkan pembangunan dengan integritas, profesionalisme, serta mampu membangun sinergi bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya di hadapan puluhan ribu peserta.

Program ini juga menunjukkan komitmen pemerintah terhadap prinsip inklusivitas dengan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh elemen bangsa, termasuk penyandang disabilitas.

Salah satu peserta, Muhammad Aulia Ansori, penyandang disabilitas asal Medan sekaligus lulusan Magister Perikanan, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan pelatihan. Menurutnya, seluruh instruktur dan peserta menerapkan pendekatan yang humanis dengan memberikan penyesuaian dalam setiap aktivitas fisik selama proses pendidikan tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
Dalam konferensi pers usai upacara penutupan, Sekjen Kemhan menjelaskan bahwa seluruh lulusan akan segera kembali ke daerah masing-masing untuk menunggu proses penugasan. Penempatan operasional akan ditetapkan oleh komite pusat bersama kementerian dan lembaga terkait dengan masa penugasan selama dua tahun.

Dengan bekal wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta kompetensi teknis yang telah diperoleh selama pendidikan, para lulusan SPPI diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan ekonomi desa, memperkuat kelembagaan koperasi, serta mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Turut menghadiri acara tersebut Rektor Universitas Pertahanan, Irjen Kemhan, Kepala BPSDMP Kemhan, Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komisioner BNSP, Deputi Pembelajaran dan Pengembangan BPJS Ketenagakerjaan, Deputi Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Sekretaris Industri PT Agrinas Jaladri Nusantara, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Pertahanan.

 

(Bayu/Penerangan Sekretariat Jenderal Kemhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *