Ustadz Riki Rohimat Permana: Fokus 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kunci Meraih Keberkahan Lebih dari Seribu Bulan

banner 120x600

Garut (Jabar), Radar007.com — Memasuki sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan, umat Islam di Garut menyambut periode paling sakral dalam setahun dengan meningkatkan berbagai aktivitas ibadah. Momentum ini menjadi waktu yang sangat dinanti untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Riki Rohimat Permana saat memberikan kuliah subuh di Masjid At-Thariq, Jalan Simpang Bayongbong, Kampung Sasak Besi RT 03 RW 02, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, pada Rabu (11/03/2026). Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif bersama pewawancara Muhammad Agus Zakariyya, S.E.

Dalam ceramahnya, Ustadz Riki mengutip sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, “Ketika sepuluh malam terakhir tiba, hendaklah kamu mempererat tali pinggangmu, menghidupkan malam dengan ibadah, dan membangunkan keluargamu.”

Menurutnya, ungkapan “mempererat tali pinggang” bukan sekadar gerakan fisik, tetapi merupakan simbol kesungguhan hati untuk meninggalkan kesibukan duniawi yang tidak perlu dan memusatkan perhatian pada ibadah kepada Allah SWT.

“Makna mempererat tali pinggang adalah kesungguhan. Kita diajak untuk benar-benar fokus, memperbanyak ibadah, serta memanfaatkan waktu yang sangat berharga ini dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Ustadz Riki juga mengingatkan umat Islam mengenai doa yang diajarkan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam untuk diamalkan ketika mencari keberkahan Lailatul Qadar, yaitu:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka ampunilah aku).

Menurutnya, doa tersebut menjadi panduan utama bagi umat Islam untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

“Lailatul Qadar bukan hanya tentang pahala yang besar, tetapi juga kesempatan emas bagi setiap hamba untuk membersihkan diri dari dosa dan mempererat hubungan dengan Allah SWT,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk meraih ampunan Allah, umat Islam hendaknya datang dengan hati yang penuh kerendahan, sekaligus memiliki kesiapan untuk saling memaafkan sesama.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Riki menegaskan bahwa meskipun sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi periode yang sangat dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, umat Islam tetap perlu menjaga fokus dan kesungguhan agar tidak melewatkan malam penuh kemuliaan tersebut.

“Sasaran utama dari sepuluh malam terakhir ini adalah memastikan kita tidak terlewat dari keberkahan yang luar biasa. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah mencontohkan bahwa kesungguhan dalam sepuluh malam tersebut dapat menghadirkan pahala yang nilainya lebih baik dari seribu bulan ibadah,” tegasnya.

Ustadz Riki juga mengimbau umat Islam untuk memperbanyak berbagai bentuk ibadah selama periode tersebut, seperti shalat tarawih yang lebih khusyuk, tadarus Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

“Ibadah kita tidak akan sempurna apabila hubungan kita dengan saudara seiman masih diliputi perselisihan atau kebencian,” tambahnya.

Untuk mendukung upaya jamaah dalam memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, Masjid At-Thariq menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan secara rutin. Kegiatan tersebut antara lain tadarus Al-Qur’an bersama setiap malam, kajian khusus mengenai Lailatul Qadar setiap selesai shalat Subuh, serta program sedekah bagi masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan masjid.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu jamaah memanfaatkan momentum sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan lebih optimal, tidak hanya dalam bentuk ibadah pribadi, tetapi juga melalui kepedulian sosial kepada sesama.

“Kami berharap melalui berbagai kegiatan ini, seluruh jamaah dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar secara maksimal,” pungkas Ustadz Riki.

Semoga umat Islam di Garut, di seluruh Indonesia, dan di berbagai belahan dunia diberikan kemudahan untuk menjalani setiap malam Ramadhan dengan penuh kekhusyukan serta meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT melalui kemuliaan Lailatul Qadar.(Zarase)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *